5 Mei 2008
Untuk temanku yang meminta saran tentang menahan emosi negatif
Aslm. Apa kabar ukhti? Semoga sekarang dan seterusnya berada dalam suasana bahagia, ya.
Boleh ikut kasih saran? (Sori kalau dah basi,y…) menurutku, untuk bisa mengubah perilaku kita menjadi lebih baik, selain memikirkan betapa buruk perilaku kita, sebaiknya kita juga memikirkan bahwa betapa rugi jika kita berbuat begini, padahal kalau kita berlaku sebaliknya, akan jauh lebih baik hasilnya. Apa yang kita lakukan sekarang akan menjadi sangat ga berguna bila kita tahu apa yang akan terjadi bila kita tidak melakukannya… setuju?
Coba cari 1001 alasan buat kita menahan diri… “Kalau gw ga melakukan itu, gw bisa lebih tenang nantinya, gw ga bakal nyesel gara2 salah ngomong, gw ga bakal kena dosa marah2, gw bakal bisa mengontrol diri gw…” Kehabisan kata2? Atau cara ini terlalu bikin mikir dan ga sesuai sama kondisi hati yg sedang emosional? Hm… coba tips ini yang last but nt least….
Melawan emosi negative dengan emosi positif akan lebih mudah diterima daripada melawannya dengan pikiran saja, karena saat kita emosi, kita sulit berpikir jernih. Buktinya, kalau kita lagi marah, biasanya kita akan lebih mudah dibujuk dengan kata2 lembut daripada dibentak dengan jawaban datar atau malah ucapan bahwa kita udah bersikap ga rasional. Saat kesal coba imajinasikan bayangan yang menggugah emosi positif dalam diri kita.
Sehubungan dengan hal itu, coba baca Ali imran 133-134:
“Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang2 yang bertakwa, (yaitu) orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang2 yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan.”
Balasan Allah untuk orang yang menahan amarah dan memaafkan adalah surga yang luasnya seluas langit dan bumi! Apakah surga adalah hal yang `mengawang2`? Tentu tidak, karena surga itu begitu konkret, sekonkret janji Allah SWT kepada makhluk-Nya. Yang namanya janji manusia belum tentu ditepati, bahkan walau sudah di depan mata, bisa lenyap seketika. Namun, janji Allah itu pasti.
Dan surga itu sendiri bukanlah khayalan tentang tempat yang nyaman belaka. Dia adalah tempat di mana segala keinginan kita, dari yang paling mustahil sampai yang paling mungkin, dan yang tidak dikabulkan oleh Allah di dunia, akan dikabulkan-Nya di Surga. Just imagine what u always want and imagine that it will surely happen, in jannah, if you become a member of it. Punya suami bertampang George Clooney? Nikmatin fasilitas sekelas putri-putri bangsawan? Makan coklat sepuasnya tanpa takut jadi gemuk? Semua insya Allah bisa terkabul!
Dan yang pasti, di sanalah kita dapat melihat Rabb kita tercinta, Allah SWT. Di sanalah kita akan merasakan cinta Allah yang sebenarnya, dan itu akan abadi… insya Allah. Apa lagi yang kita cari?
Apa yang terjadi di dunia ini tidaklah berarti dibanding apa yang akan kita dapatkan bila kita mengabaikan hal2 yang tidak penting darinya. Mencetuskan marah dan tidak memaafkan orang akan menjauhkan kita dari surga, dan menahannya akan membuat kita lebih dekat dan berpeluang meraih surga-Nya. Jadi, ga perlu ragu mati2an menahan hal kecil (co: tahan emosi kita) untuk mendapatkan hal yang jauh lebih besar (co:menjadi ahli surga). Setuju?
Well, begitulah yang dijanjikan Allah SWT untuk orang2 yang menahan diri. Memang, walau, sebagai perempuan kita cenderung mudah terpengaruh perasaan dan rentan menjadi terlalu emosional, tapi justru itu tantangannya, gimana kita bisa mengatasi masalah ini dengan usaha terbaik. Wassalam! Saling ngingetin, ya! Thx dah curhat ke anak2 tahu logay!
siip betul mbak..sebagai tambahan Nabi kita bersabda: وما زاد الله عبدا بعفو إلا عزا
“Dan tidaklah Allah menambah bagi seorang hamba dengan sifat memaafkan kecuali kemuliaan. ” (HR.Muslim)